Saya masih sempat melihat sisa rel kereta api yang dibangun jepan yang melewati belakang rumah saya dulu ketika saya masa anak kecil usia 7 atau 8 tahunan, yang ketika itu saya masih tinggal di jalan Kinibalu, Pintu angin Pekanbaru, rel kereta apinya melewati jalan lokomotiv sekarang dan jalan Indra Pahlawan belakang rumah ku. Selain itu dari keterangan Penduduk yang di wawancara oleh Riau Pos Surat kabar lokal pada bulan puasa beberapa tahun yang lalu rel kereta api telah menjadi bahan penguat tiang salah satu Masjid di tanjung Rhu Pekanbaru nama masjidnya adalah Masjid Al-Furqon, tanjung Rhu Pekanbaru. Selain itu di kelurahan marpoyan damai Pekanbaru ada terdapat jalan yang bernama jalan kereta api. menurut keterangan peneduduk setempat yang sempat saya tanyakan apakah nama jalan ada hubungannya dengan kereta api yang ada di Pekanbaru ketika sebelum Indonesia merdeka? Jawabnya memang benar jalan kereta api adalah bekas jalur kereta api Pekanbaru dulu dan Besi Relnya sudah menjadi salah satu penguat tiang beton sebuah jembatan di situ. Jadi jalan Lokomotiv dekat rumah saya dulu dan jalan Kereta api daerah tangkerang Pekanbaru adalah jalur-jalur kereta api dulunya.
Selamat Datang di Blog Apa-adanya. Blog ini tulisan saya apa adanya, tidak ingin macam-macam, tidak pula bermaksud mengancam. Adalah menggambarkan diriku apa adanya. Sebagai manusia biasa.
Translate
21 Mac, 2008
Kereta api di Pekanbaru
Saya masih sempat melihat sisa rel kereta api yang dibangun jepan yang melewati belakang rumah saya dulu ketika saya masa anak kecil usia 7 atau 8 tahunan, yang ketika itu saya masih tinggal di jalan Kinibalu, Pintu angin Pekanbaru, rel kereta apinya melewati jalan lokomotiv sekarang dan jalan Indra Pahlawan belakang rumah ku. Selain itu dari keterangan Penduduk yang di wawancara oleh Riau Pos Surat kabar lokal pada bulan puasa beberapa tahun yang lalu rel kereta api telah menjadi bahan penguat tiang salah satu Masjid di tanjung Rhu Pekanbaru nama masjidnya adalah Masjid Al-Furqon, tanjung Rhu Pekanbaru. Selain itu di kelurahan marpoyan damai Pekanbaru ada terdapat jalan yang bernama jalan kereta api. menurut keterangan peneduduk setempat yang sempat saya tanyakan apakah nama jalan ada hubungannya dengan kereta api yang ada di Pekanbaru ketika sebelum Indonesia merdeka? Jawabnya memang benar jalan kereta api adalah bekas jalur kereta api Pekanbaru dulu dan Besi Relnya sudah menjadi salah satu penguat tiang beton sebuah jembatan di situ. Jadi jalan Lokomotiv dekat rumah saya dulu dan jalan Kereta api daerah tangkerang Pekanbaru adalah jalur-jalur kereta api dulunya.
06 Mac, 2008
Melayu Riwayatmu dulu
Situs Depdagri tentang Sejarah Sumatra Selatan menyebutkan:
Sejarah Sumatera Selatan memiliki keterkaitan dengan sejarah Riau dan sejarah kerajaan-kerajaan di Semenanjung Tanah Melayu. Hal ini sangat logis bila dihubungkan dengan perkembangan bangsa Deutro-Melayu di daerah ini. Keturunan Deutro-Melayu ini telah menghuni kawasan tersebut sejak tahun 300 SM. Mereka menggeser kedudukan bangsa Proto Melayu yang datang ke sana sekitar 2.000 tahun sebelumnya. (http://www.depdagri.go.id)
Orang-orang melayu kemudian berkembang di sekitar selat Malaka, yang maju berkembang menjadi ramai, menjadi salah satu pusat perdagangan dunia karena wilayah kepulauan riau dan tumasik adalah tempat bertemunya jalur perdagangan dari India seperti Talikut dan Cina.
Zaman Sriwijaya
Daerah Riau merupakan daerah kekuatan perdanganan ekonomi bagi kerajaan Sriwijaya ini terbukti dengan hasil-hasil sumber daya alam yang menjadi mata dagangan ekspor kerajaan Sriwijaya.
Para ahli sejarah sependapat bahwa Kerajaan Sriwijaya tumbuh, berkembang dan mengalami masa kejayaannya selama berabad-abad antara abad ketujuh sampai abad ke-12. Sriwijaya menghasilkan sendiri komoditi penting pada masa itu, seperti lada dan timah. Daerah yang banyak menghasilkan lada adalah daerah sepanjang Sungai Kampar, Kuantan, Singingi (Riau) dan Batanghari (Jambi). Timah didatangkan dari daerah Kedah (Malaysia) dan Tapung Petapahan di hulu Sungai Siak (Riau). Selain itu Sriwijaya juga menjual emas yang berasal dari Sungai Kuantan dan Singingi.(http://www.depdagri.go.id)
Pusat kerajaan Sriwijaya ternyata adalah di Riau terbukti dengan Gambaran I-Tsing yang mengatakan pusat kerajaan Sriwijaya adalah tepat di Khatulistiwa. Muara takus di Khatulistiwa.
Dalam situs Badan Promosi dan Investasi Kabupaten Kampar menyatakan beberapa pendapat para ahli yang menyatakan bahwa Muara Takus adalah sebagai pusat kerajaan Sriwijaya, antara lain: Cornet de Groot, G. Du Ru Van Bet Ilolle, WI. Groencvcld, R.D.M Verbeck dan E TH. Van Delden, J. W. Yzerman 1889, DR. F. M. Schnitger, N.J. Krom, Ir. J.L Moens (1937), Bosch, Pusat Penelitian dan Peninggalan Purbakala Nasional, I-Tsing (671 M), Chia-Tan, Abu laid dan Abu Fida, Tim Peneliti dan Penulisan Sejarah Riau (1975), Pendapat yang dikemukakan oleh Utusan Budha manca negara antara lain: Roseemary Paton (Canada), Mrs. Lan Tjoa (Nederland), Dagpo Rinpoche (Perancis), Dagpo Tulko Jhampa Gyamtshog (Perancis), Bagoes Atmajaya (Indonesia),Endrou Hartanto ( Malaysia), Seorang lagi dari negeri Tibet.(http://www.bpi-kampar.go.id)
Baca Selengkapnya..
23 Februari, 2008
Membeli Televisi Stereo
Yang bukan Televisi Stereo:
24 November, 2007
Permasalahan Program Pembelajaran Akselerasi
Program akselerasi pelajaran adalah percepatan pelajaran bagi peserta didik yang cerdas. Yang melampaui usianya. Misalnya seharusnya seorang peserta didik mendapatkan pelajaran di usia yang lebih tua tetapi dengan kecerdasannya yang melalui ujian tertentu dan proses pendidikan akselerasi dianggap mampu menyelesaikan pelajaran yang harusnya diberikan pada anak beberapa tahun lebih tua dari padanya. Contohnya anak kelas tiga SD setelah melalui program akselerasi anak tersebut mungkin memenuhi syarat untuk diberikan pelajaran kelas lima atau kelas enam SD. Menurut para Ahli (Hawadi, Reni Akbar, DR—2004.)
“Pengertian acceleration diberikan oleh Pressey (1949) suatu kemajuan yang diperoleh dalam program pengajaran, pada waktu yang lebih cepat atau usia yang lebih muda daripada yang konvensional.”
Program akselerasi mungkin secara tidak sadar telah dilakukan oleh para ibu dan hampir setiap orang tua sekarang dalam mendidik anak. Contoh dulu orang mengajari anaknya berjalan dengan cara menatahnya. Tetapi sekarang orang membelikan anaknya kereta bayi (baby walker) untuk mengajari anaknya berjalan. Setiap kali ibunya ingin tidak diganggu oleh anaknya maka ia letakkan diatas kereta bayi tersebut. Tentu saja misalkan bayinya hanya baru bisa duduk langsung belajar berjalan lebih cepat. Proses ini memangkas proses belajar anak yang seharusnya dari duduk, belajar merangkak, berdiri, kemudian baru belajar berjalan.
Hilangnya proses merangkak dalam
Contoh lain adalah dahulu ketika saya masih kecil baru ketemu sepeda ketika berusia kira-kira sepuluh tahun. Ketika itu saya baru mulai belajar naik sepeda. Setahun kemudian saya sudah naik sepeda keliling sampai kerumah tetangga naik sepeda. Ketika saya disekolah menengan Pertama (SMP) saya pakai sepeda ke sekolah. Ratalah seluruh kota sudah saya jelajahi. Hingga kadang sampai keluar kota pakai sepeda. Maklum kota tempat saya tinggal dulunya kota kecil. Saya belajar naik sepeda motor ketika saya kelas 3 SMP dan awal Sekolah Menengah Atas (SMA). Tetapi saya tidak memaki sepeda motor ketika SMA karena masih takut belum percaya diri benar. Lagi pula belum perlulah memakai sepeda motor untuk usia saya yang masih remaja ketika itu. Keperluan ketika itu untu pakai sepeda motor paling -- seperti teman-teman -- hanya buat gaya-gaya saja.
Sekarang orang mengajarkan anak naik sepeda, dengan membelikannya sepeda kecil, yang ada dua roda bantu di belakangnya, pada usia Balita. Sehingga pada usia TK atau awal sekolah dasar anak sudah lancar naik sepeda. Akibatnya timbul tuntutan anak pada orang tua ketika usia anak kira-kira 8 atau 9 tahun untuk diajari naik sepeda motor.
- Hawadi, Reni Akbar, DR.2004. “Program Percepatan Belajar bagi Anak Berbakat Intelektual Ditinjau dari Sisi Psikologis”, Akselerasi, A-Z Informasi Program Percepatan Belajar. Jakarta: Grasindo: Halaman 31.
12 Oktober, 2007
Islam dan Modernitas
13 September, 2007
Konversi Minyak Tanah ke Gas.
Minyak Tanah adalah kebutuhan manusia sejak dulu. Dipakai mulai dari keperluan minyak lampu sampai kompor untuk memasak. Dialah minyak tanah yang merajai keperluan manusia. Tapi sekarang keperluan akan minyak tanah mulai dirasakan surut karena adanya listrik untuk keperluan lampu.
Dahulu sebelum adanya listrik maka minyak tanah adalah kebutuhan manusia untuk menerangi saat malam tiba. Mulai dari obor, colok, lampu Togok, lampu Dinding, lampu Lentera, sampai kepada lampu Petromag yang dipakai di masjid-masjid, toko-toko, dan rumah makan.
Semua lampu itu membutuhkan minyak tanah sebagai bahan bakarnya tanpa itu lampu tidak bisa hidup. Itulah sebabnya di daerah tempat saya tinggal istilah minyak lampu untuk minyak tanah lebih populer dari pada kata minyak tanah itu sendiri. Begitu pula untuk masak, mulai dari pakai kayu bakar untuk memancing api agar cepat menyala, sampai pada kompor minyak tanah banyak sumbu, dan yang satu sumbu, sampai pada kompor gas minyak tanah yaitu kompor yang biasa memakai minyak tanah dan tekanan angin sebagai memperkuat semburan apinya. Kompor seperti ini biasa dipakai oleh tukang tempel ban, tukang jual goreng pisang dalam gerobaknya dan lain-lainnya.
Tetapi sekarang minyak mulai dirasakan surut oleh orang-orang yang sudah biasa menggunakan listrik dalam keperluan penerangan lampu. Biasa menggunakan Gas LPG untuk memasak. Sehingga praktis minyak tanah ditinggalkan. Bagi orang yang sudah ada listrik dirumahnya praktis minyak tanah hanya untuk keperluan memasak saja.
Sehingga dengan demikian orang sekarang mengira minyak tanah hanya untuk keperluan memasak saja. Makanya dikonversi ke Gas LPG oleh Pemerintah. Pemerintah tidak pikirkan bagaimana nasib tukang tempel ban dijalan yang menempel ban harus pakai kompor gas minyak tanah, Tukang jual goreng, Tukang Mi ayam dan sebaginya.
Pemerintah tidak pikir belum semua daerah dapat terliputi listrik oleh PT. PLN. PT. PLN yang selalu kekurangan daya sehingga listriknya kian selalu mati (Trip). Jika Listrik mati pakai apa masyarakat untuk mendapatkan penerangan jika tidak ada minyak tanah. Memang listrik dapat diandalkan dalam hal penerangan menyamai minyak tanah. Lampu-lampu minyak tanah mempunyai sifat biasanya, tahan lama (lampunya selain bahan bakar, berumur panjang), pemeliharaan murah, bahan bakar murah dan mudah didapat. Begitu pula Lampu listrik berumur panjang rata-rata setahun, biaya pemeliharaan tidak ada kalau putus ya ganti aja lampunya beres banyak yang jual kok harganya murah terjangkau, Bahan bakar listrik murah dan mudah didapat. Tetapi listrik tidak selalu dapat dihandalkan karena tidak selalu tersedia setiap saat alias sering mati-mati. sehingga masyarakat masih belum meninggalkan lampu minyak tanah sepenuhnya.
Disinilah masalahnya belum ada penganti penerangan yang benar-benar pas selain lampu minyak tanah sebagai alternatif jika listrik PLN mati.
Disini sekedar perbandingan alternatif yang penulis temukan jika konversi minyak tanah benar-benar diterapkan ke seluruh Indonesia dengan kata lain Minyak tanah hilang dari peredaran atau harganya tidak lagi terjangkau.
| No | Jenis | Biaya | Kelangkaan | Lain-lain |
| 1 | Lilin | Murah | Mudah didapat | Resiko Mudah Terjadi Kebakaran |
| 2 | Emergency Lamp | Mahal | Sulit di Desa | Batrai cepat Habis dan soak |
| 3 | Generator Listrik | Tidak terjangkau | Mudah didapat | Operasional BBM Mahal |
Demikian Perbandingan sebagai pertimbangan untuk alternatif dari lampu minyak tanah. Tetapi tetap aja sangat menyengsarakan dan merepotkan ditambah beban biaya tinggi untuk masing-masing alternatif.
Baca Selengkapnya..
16 Julai, 2007
"Rumah ini mau dijual" salahkah?
Pernah seingat saya dalam suatu acara Pembinaan Bahasa Indonesia di TVRI salah seorang pakar Bahasa Indonesia Anton Muliono mengkritisi kalimat:
Rumah ini mau dijual
Kesalahan kalimat tersebut katanya tidak jelas mana subjek, mana prediket dan mana objek. Untuk mencari subjek dari satu kalimat dengan pertanyaan "apa yang mau dijual" jawabnya tentu "rumah ini". Pertanyaan selanjutnya apakah rumah ini mau dijual. Sebenarnya bukan rumah yang mau dijual tetapi adalah seseorang pemilik rumah. Kenapa? karena rumah hanyalah objek untuk dijual. Rumah di tidak bisa ditanya "Wahai rumah apakah kamu mau untuk dijual?" Jawabannya tidak ada karena rumah tidak bisa berkata-kata. Sehingga menurut beliau kalimat tersebut rancu antara sabjek dan objeknya.
Akhirnya sampai sekarang banyak sekali orang enggan memakai kalimat tersebut jika hendak menjual rumahnya.
Kalau kita mau mencermati lebih dalam lagi. Kita lihatlah kalimat tersebut bentuknya pasif artinya kedudukan objek adalah pelaku sedangkan kedudukan subjek adalah objek.
Dari mana kita tahu bahwa itu adalah kalimat pasit? Dari prediketnya yang kata kerjanya berawalan di, dalam kalimat di atas adalah dijual. Jadi setiap sesuatu kalimat yang prediketnya berawalan di maka kalimat tersebut bentuknya pasif dan kedudukan subjek adalah objek.
Kalau kalimat tersebut pasif jadi jelas rumah dalam kalimat diatas adalah berkedudukan sebagai objek, mau adalah keterangan dan dijual adalah prediket.
Lantas dimana subjeknya? Subjeknya tersembunyi atau sengaja tidak dicantumkan karena yang membuat kalimat merasa sudah cukup orang mengerti dengan kalimat tersebut.
Dari mana kita tahu subjeknya tersembunyi atau tidak dicantumkan? Kita tahu dari kalimat pasif yang sempurna adalah
objek +(kata keterangan) + (di)prediket + oleh + subjek.Kalimat diatas sebenarnya tidak lengkap, seharusnya berbunyi: "Rumah ini mau dijual oleh saya si pemilik rumah". Kalimat ini jadi sempurna maka ketahuanlah bahwa subjeknya adalah saya si pemilik rumah ya khaan.
07 Julai, 2007
NKRI Negara yang berdaulat?
Contoh : Ikut-ikutan mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1747 tentang Nuklir Iran, latah karena Amerika atau takut dibilang negara pro negara teroris (Iran).
Lagi-lagi Indonesia menanda tangani perjanjian bodoh dengan Singapura tentang keamanan bersama! Perjanjian tersebut adalah pemberian daerah latihan Militer kepada Singapura (Military Area Training-MTA) dan tentu saja pangkalan Militer Singapura (Defence Coorpertion Agreement-DCA)yang biaya pemeliharaannya sebagian besar ditanggung Indonsia.
Biaya pembangunan tempat latihan itu memang lebih banyak dari Singapura, namun biaya pemeliharaannya yang justru lebih besar, berasal dari pemerintah Indonesia.(Antara News)
Anehnya perjanjian yang sangat merugikan Indonesia itu jika ternyata terdapat kesalahan hanya dapat direvisi setelah duabelas tahun sejak ditanda-tangani.
05 Julai, 2007
NKRI, Lemah....?
Buku tersebut menjelaskan bagai mana sebenarnya menjaga keutuhan suatu negera dan menjalankan roda pemerintahan walau dalam situasi damai maupun terancam perpecahan. Dengan mengambil contoh negara-negara dunia ketiga dan negara maju serta negara yang sedang berkembang. Dengan membaca buku tersebut jelaslah bahwa menjaga keutuhan suatu negara dari disintegrasi dan ancaman kudeta amat diperlukan dan diharuskan. Bukan hal yang sepele apalagi bagian dari Demokrasi.
20 Jun, 2007
Sumatra Backbone telah selesai, apa hasilnya?...
Tetapi apa hasilnya dapat dirasakan sepenuhnya oleh rakyat. Internet tetap aja mahal. Telepon tetap juga yang paling mahal di Asia. Padahal ketika pembangungan kabel telepon bawah tanah dengan sangat banyak pengorbanan, merusak jalan, menyebabkan kemacetan, bahkan ada lobang telepon yang menganga ditengah jalan menyebabkan korban nyawa manusia. Rakyat tetap tidak protes, rakyat tidak ada yang protes karena menganggap hal tersebut untuk kepentingan rakyat
Padahal buktinya sampai sekarang telepon tetap mahal. Internet tetap mahal. Gaji direktur telkom adalah gaji yang terbesar di Indonesia. Artinya memang selama ini demi keuntungan pribadi segelintir orang bukan untuk kepentingan rakyat.
Rakyat tidak sadar sekarang pembangunan tidak lagi dilaksanakan pemerintah tetapi sudah diambil alih pihak swasta yang menguntungkan swasta sendiri. Merusak jalan yang dibuat dengan biaya pemerintah hasil dari pajak rakyat, dirusak untuk kepentinga pribadi pihak swasta.
Satelit! Katanya kita punya Satelit Palapa. Itu Dulu! Sekarang satelit kita telah terjual ke pihak asing.
Baca Selengkapnya..
02 April, 2007
Kesalahan Kata Carut-marut
Carut-marut adalah kata yang sering diucapkan dan diungkapkan tetapi tetapi salah pengertian. Lihat di Kamus Besar Umum Bahasa Indonesia (KBUBI) artinya malah bilur yaitu bekas luka, bekas cambukan.Apa arti sebenarnya? Tunggu dulu sebelum kita kaji lebih dalam terlebih dahulu apa yang mereka (orang-orang yang salah mengerti tentang arti carut-marut tersebut) memaksudkan kata carut-marut tersebut. Melihat tulisan dan ungkapan mereka carut-marut menggambarkan suatu keadaan yang kacau-balau tanpa aturan, yang sangat tidak nyaman jika harus berada pada keadaan yang seperti itu. Dari mana mereka mendapatkan arti seperti ini. Kata Carut-marut kabarnya adalah kata yang diadopsi dari Bahasa Melayu Malaysia. Salahkah arti yang demikian. Kalau di Indonesia yang tidak begitu mengerti tentang arti carut-marut sebenarnya penggunaannya agak sedikit melenceng atau salah. Di salah satu stasiun TV swasta disebutkan dikatakan : Apa arti yang sebenarnya? Kita lihat kata carut-marut ini adalah ungkapan yang berbentuk kata ulang ber variasi dimana kata dasarnya ada pada kata yang pertama. Contoh lain adalah Kacau-balau artinya sangat kacau, kata dasarnya adalah kacau dan ulangan bervariasinya adalah balau dimana variasinya adalah perubahan huruf K dari kacau ke huruf B menjadi Balau. Kata Balau sendiri tidak ada arti kecuali dalam kata bervariasi tersebut. Lihat lagi contoh-contoh kata ulang bervariasi yang lainnya: Sayur-mayur biasa digunakan di Indonesia yang artinya berbagai macam sayuran, kata dasarnya sayur. Saudara-mara biasa digunakan di Malaysia yang artinya hubungan-hubungan kekerabatan kata dasarnya saudara. Contoh lain: Haru-biru, Hiruk-pikuk, Terang-benderang, Lintang-pukang, tunggang-langgang. Ada lagi kata ulang bervariasi tetapi kata dasarnya adalah perkiraan saja, contohnya: robak-rabik kata dasarnya diperkirakan robek. Robak-rabik adalah ungkapan yang menggambarkan suatu keadaan yang penuh robek-robek dan sangat gampang robek. Apa arti kata carut-marut? Lihatlah kata dasarnya adalah carut yang berarti: kata atau perkataan yang tidak senonoh lebih sering berbau porno yang sengaja diucapkan untuk membuat orang yang mendengarnya (atau membacanya) jadi benci atau sakit hati. Contoh: “anak itu sering bercarut sehingga membuat gurunya marah.” Carut-marut sendiri lebih berarti suatu keadaan penuh carutan (bercarut-carut) atau membuat orang lain bercarut untuk menggambarkannya. Contoh: “Model pakaian wanita sekarang sudah carut-marut hampir telanjang.” “Tayangan hiburan di Televisi sudah carut marut.” “Carut-marut situs porno di Internet.” Lantas dimana letak kesalahan kata stasiun televisi di atas? Jawabannya denggan pertanyaan: Apakah aturan perkereta apian isinya carut-carutan (banyak bercarut)? Tidak. Apakah aturan perkereta-apian di Indonesia isinya membuat orang lain bercarut karenanya? Jawabannya Tidak.Kalau jawabannya tidak maka artinya pemakaian kata carut-marut jadi salah.Carut-marut aturan perkereta-apian di Indonesia adalah penyebab sering terjadinya kecelakaan.
Pengunaan kata carut-marut seperti ini salah, karena tidak sesuai dengan arti yang sebenarnya.