Translate

01 Disember, 2009

Suku Melayu yang mana sebenarnya?


Dalam suatu perkuliahan yang berjudul studi masyarakat Melayu, menyebutkan pusat budaya Melayu ada di Jawa. Hal ini berdasarkan pendapat Panglima Hang Tuah Papan di Jawa ditegakkan. Benarkah hal tersebut? Bertentangan dengan kenyataan bahwa pusat budaya melayu itu ada di Candi Muara takus, dan Jawa bukan ras Malanesia ras orang melayu pada umumnya, melainkan ras polynesia widoid Dalam kuliah tersebut dosen berkilah bahwa ras Jawa termasuk Melanesia dari Proto Melayu.

Dari segi apa sama antara orang jawa dengan orang melayu? Biasanya kalau kita bicara Etnik tentu ada ciri pembeda dari etnik tersebut adalah salah-satunya bahasa.
Coba kita perhatikan kesamaan bahasa Melayu dengan Jawa:
  • Bahasa Indonesia : Saya
  • Bahasa Melayu Malaysia Saye (e lemah)
  • Bahasa Melayu Betawi Saye (e keras)
  • Melayu Riau Sayo
  • Bahasa Jawa Kulo
Terlihat tidak ada perbedaan kata-kata antara Melayu pada umumnya kecuali perbedaan Dialek, Tetapi Jawa sama sekali berbeda baik dialek maupun bahasa.

Contoh lagi
  • Bahasa Indonesia : pergi
  • Bahasa Melayu Riau, Betawi, Kepri, dan Malaysia pegi
  • Bahasa Minang Pai
  • Bahasa Melayu sebagian Riau; Sengingi; Inhu; Rohul; Rohil; Poi
  • Bahasa Jawa lungo
Disini juga dapat dilihat perbedaan bahasa antara bahasa jawa dan Bahasa Melayu. Ini dapat disimpulkan bahwa tidak sama antara jawa dan melayu, apalagi dikatakan pusat kebudayaan melayu ada di Jawa.

Dari segi selain bahasa, misalkan budaya kalaupun ada persamaan, itu terjadi disebabkan adanya alkulturasi budaya antara suku-suku dan ras-ras dikarenakan kedekatan wilayah geografis.

19 ulasan:

  1. Setuju pak,..

    BalasPadam
  2. Pak, ras melanesia itu kan termasuk ras negroid, jadi orang melayu itu sama seperti orang papua/irian yah...

    BalasPadam
  3. Sepertinya anda harus lebih banyak belajar tentang Melayu
    dan sejarahnya...begitu juga dengan genetik orang Melayu yang memiliki keistimewaan tersendiri yang tak dimiliki ras lain semisal Jawa...selain itu, sebaiknya anda pelajari dentang Melayu di berbagai daerah..di Jakarta ada Melayu Batavia(Betawi), Andalas (Sumatra), Riau, Kepulauan Riau,Sulawesi dan Kalimanan. sedikit referensi untuk anda http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/12/11/mevdnp-wah-soal-marka-etnik-cuma-ras-melayu-yang-punya

    BalasPadam
    Balasan
    1. Austronesia, melayu itu austronesia bukan melanesia, melanesia itu org2 indonesia timur, ciri2 kulit gelap, rambut keriting, hidung besar

      Padam
  4. Haduuuh sesat nih artikel... MELANESIA itu sebutan orang PAPUA, MALUKU, dan sekitarnya. PROTO MELAYU itu bukan berarti ORANG MELAYU, tapi sebutan ilmiah untuk orang2 yang MIGRASI pada rombongan PERTAMA ke INDONESIA.. sedangkan MELAYU dan JAWA itu justru DEKAT, karena sama2 DEUTRO MELAYU alias pedatang migrasi KEDUA..

    BalasPadam
  5. Kenapa jawa dan melayu di perbedakan...anda lihatlah dari fisik orang jawa dan melayu,mereka sama kan berkulit sawo matang..anda jngn cuma membedakan segelintir bahasa,lihat ni dengan mata anda yg jelas: malaysia:ape halus,betawi ape kasar,jambi :apo,jawa tengah:apa,jawa timur :opo,jawa barat naon, klo hanya melihat segelintir bahasa anda jngn suka membedakan

    BalasPadam
  6. Lol.... melayu adalah ras.... semua orang yg ada di daerah asia tenggara adalah ras melayu.... tetapi sekarang ini arti melayu di negara indonesia dan malaysia sangat berbeda. Di indonesia yg bentuk pemerintahannya adalah republik memandang melayu dalam kategori keetnikan atau tribes, sama seperti sunda, jawa, madura, minangkabau, batak dan melayu.
    Sedangkan di malaysia, istilah melayu telah di gunakan secara politik dan kultural untuk menyebut suatu ras yg di cirikan dgn beragama islam, serta memiliki ciri ciri fisik yg tidak china atau india... melayu adalh superior dan ada kwtuanan melayu
    Hehhe... dalam prespektif ini, saya bangga jadi orang indonesia karena tidak perlu merasa di pertuanagungkan dan 100% orng Indonesia tidak diajarkan rasis tinggi hati

    BalasPadam
  7. sesungguhnya Melayu adalah sebuah wangsa,,,,bukan suku yang kita terjemahkan sekarang ini,,,mau itu suku jawa ,bugis,makasar,batak minang ,dayak,tionghoa pun kalau dah dikkhitan tu,masuk melayu juga,saye jak ni orang dayak kalimantan karena muslim,berbahasa indonesia jadilah saya melayu,,,dah lah tak usah ribut....kita sesama melayu ...........

    BalasPadam
  8. saya akan berkomentar bukan untuk menyamakan etnis jawa dan melayu, tapi ketika ada yg membandingkan bahasa.. saya jadi tertarik, dan ternyata ada kemiripan. bhsa jawa di pulau jawa sangat beragam dari satu kabupaten dengan kabupaten lainya
    bhsa indonesia (sebentar)
    bhsa melayu (sekejap)
    bhsa sunda (sekedap)
    bhsa jawa timur (sek)
    bhsa jawa cirebon, jawa barat (sekedap) tapi di cirebon "sekedap" itu jarang di gunakan masyarakat luas, dlm khidupan sehari hari, "sekedap" itu di gunakan dalam kesopanan yg lebih tinggi misalnya berbicara dengan keluarga keraton (keluarga raja), atau dengan pejabat, sedangkan masyarakat biasa menggunakan "sedelat" kemudian
    bhsa indonesia (tidak indah)
    bhsa melayu (tak elok)
    bhsa sumatra (ndak elok)
    bhsa jakarta (nggak elok)
    bhsa jawa cirebon (ala'/ala)
    bhsa jawa timur (elek)elek dlm bhsa indonesia berarti jelek, di sini saya melihat bhsa jawa timur lebih efektif krna menggunakan huruf yg lebih sedikit.

    tapi lagi2 di cirebon sudah jarang bahkan tidak ada lagi yg menggunakan (ala'/alak) untuk mengungkapkan sesuatu yg tdk indah sudah di gantikan dgn "blesak/bli esak / ora esak" jadi kesimpulannya mungkin bhsa jawa dan melayu dulunya ada kemiripan tapi skarang sudah tidak lagi krna dari masa kemasa masyarakat jawa menciptakan kosa kata baru, nah di sini saya melihat kreatifitas masyarakat jawa.. makanya tak heran meski sama2 jawa tapi sedikit berbeda dari bhsa dan kebudayaannya antara satu kabupaten dgn kabupaten lainya bahkan satu desa dengan desa lainya, contohnya di cirebon didesa mertasinga "apa dalam bhsa indonesia" itu "apo" sedabgkan di desa kroya "apa"

    intinya jngn menilai budaya jawa jika km tidak melihatnya dari dekat dan menjadikan orang lebih tinggi itu bukan dari etnis atau suku tapi bagaimana km bikin diri km menjadi berguna di mulai dari orang2 skitar km saja.

    BalasPadam
  9. saya akan berkomentar bukan untuk menyamakan etnis jawa dan melayu, tapi ketika ada yg membandingkan bahasa.. saya jadi tertarik, dan ternyata ada kemiripan. bhsa jawa di pulau jawa sangat beragam dari satu kabupaten dengan kabupaten lainya
    bhsa indonesia (sebentar)
    bhsa melayu (sekejap)
    bhsa sunda (sekedap)
    bhsa jawa timur (sek)
    bhsa jawa cirebon, jawa barat (sekedap) tapi di cirebon "sekedap" itu jarang di gunakan masyarakat luas, dlm khidupan sehari hari, "sekedap" itu di gunakan dalam kesopanan yg lebih tinggi misalnya berbicara dengan keluarga keraton (keluarga raja), atau dengan pejabat, sedangkan masyarakat biasa menggunakan "sedelat" kemudian
    bhsa indonesia (tidak indah)
    bhsa melayu (tak elok)
    bhsa sumatra (ndak elok)
    bhsa jakarta (nggak elok)
    bhsa jawa cirebon (ala'/ala)
    bhsa jawa timur (elek)elek dlm bhsa indonesia berarti jelek, di sini saya melihat bhsa jawa timur lebih efektif krna menggunakan huruf yg lebih sedikit.

    tapi lagi2 di cirebon sudah jarang bahkan tidak ada lagi yg menggunakan (ala'/alak) untuk mengungkapkan sesuatu yg tdk indah sudah di gantikan dgn "blesak/bli esak / ora esak" jadi kesimpulannya mungkin bhsa jawa dan melayu dulunya ada kemiripan tapi skarang sudah tidak lagi krna dari masa kemasa masyarakat jawa menciptakan kosa kata baru, nah di sini saya melihat kreatifitas masyarakat jawa.. makanya tak heran meski sama2 jawa tapi sedikit berbeda dari bhsa dan kebudayaannya antara satu kabupaten dgn kabupaten lainya bahkan satu desa dengan desa lainya, contohnya di cirebon didesa mertasinga "apa dalam bhsa indonesia" itu "apo" sedabgkan di desa kroya "apa"

    intinya jngn menilai budaya jawa jika km tidak melihatnya dari dekat dan menjadikan orang lebih tinggi itu bukan dari etnis atau suku tapi bagaimana km bikin diri km menjadi berguna di mulai dari orang2 skitar km saja.

    BalasPadam
  10. saya akan berkomentar bukan untuk menyamakan etnis jawa dan melayu, tapi ketika ada yg membandingkan bahasa.. saya jadi tertarik, dan ternyata ada kemiripan. bhsa jawa di pulau jawa sangat beragam dari satu kabupaten dengan kabupaten lainya
    bhsa indonesia (sebentar)
    bhsa melayu (sekejap)
    bhsa sunda (sekedap)
    bhsa jawa timur (sek)
    bhsa jawa cirebon, jawa barat (sekedap) tapi di cirebon "sekedap" itu jarang di gunakan masyarakat luas, dlm khidupan sehari hari, "sekedap" itu di gunakan dalam kesopanan yg lebih tinggi misalnya berbicara dengan keluarga keraton (keluarga raja), atau dengan pejabat, sedangkan masyarakat biasa menggunakan "sedelat" kemudian
    bhsa indonesia (tidak indah)
    bhsa melayu (tak elok)
    bhsa sumatra (ndak elok)
    bhsa jakarta (nggak elok)
    bhsa jawa cirebon (ala'/ala)
    bhsa jawa timur (elek)elek dlm bhsa indonesia berarti jelek, di sini saya melihat bhsa jawa timur lebih efektif krna menggunakan huruf yg lebih sedikit.

    tapi lagi2 di cirebon sudah jarang bahkan tidak ada lagi yg menggunakan (ala'/alak) untuk mengungkapkan sesuatu yg tdk indah sudah di gantikan dgn "blesak/bli esak / ora esak" jadi kesimpulannya mungkin bhsa jawa dan melayu dulunya ada kemiripan tapi skarang sudah tidak lagi krna dari masa kemasa masyarakat jawa menciptakan kosa kata baru, nah di sini saya melihat kreatifitas masyarakat jawa.. makanya tak heran meski sama2 jawa tapi sedikit berbeda dari bhsa dan kebudayaannya antara satu kabupaten dgn kabupaten lainya bahkan satu desa dengan desa lainya, contohnya di cirebon didesa mertasinga "apa dalam bhsa indonesia" itu "apo" sedabgkan di desa kroya "apa"

    intinya jngn menilai budaya jawa jika km tidak melihatnya dari dekat dan menjadikan orang lebih tinggi itu bukan dari etnis atau suku tapi bagaimana km bikin diri km menjadi berguna di mulai dari orang2 skitar km saja.

    BalasPadam
  11. saya akan berkomentar bukan untuk menyamakan etnis jawa dan melayu, tapi ketika ada yg membandingkan bahasa.. saya jadi tertarik, dan ternyata ada kemiripan. bhsa jawa di pulau jawa sangat beragam dari satu kabupaten dengan kabupaten lainya
    bhsa indonesia (sebentar)
    bhsa melayu (sekejap)
    bhsa sunda (sekedap)
    bhsa jawa timur (sek)
    bhsa jawa cirebon, jawa barat (sekedap) tapi di cirebon "sekedap" itu jarang di gunakan masyarakat luas, dlm khidupan sehari hari, "sekedap" itu di gunakan dalam kesopanan yg lebih tinggi misalnya berbicara dengan keluarga keraton (keluarga raja), atau dengan pejabat, sedangkan masyarakat biasa menggunakan "sedelat" kemudian
    bhsa indonesia (tidak indah)
    bhsa melayu (tak elok)
    bhsa sumatra (ndak elok)
    bhsa jakarta (nggak elok)
    bhsa jawa cirebon (ala'/ala)
    bhsa jawa timur (elek)elek dlm bhsa indonesia berarti jelek, di sini saya melihat bhsa jawa timur lebih efektif krna menggunakan huruf yg lebih sedikit.

    tapi lagi2 di cirebon sudah jarang bahkan tidak ada lagi yg menggunakan (ala'/alak) untuk mengungkapkan sesuatu yg tdk indah sudah di gantikan dgn "blesak/bli esak / ora esak" jadi kesimpulannya mungkin bhsa jawa dan melayu dulunya ada kemiripan tapi skarang sudah tidak lagi krna dari masa kemasa masyarakat jawa menciptakan kosa kata baru, nah di sini saya melihat kreatifitas masyarakat jawa.. makanya tak heran meski sama2 jawa tapi sedikit berbeda dari bhsa dan kebudayaannya antara satu kabupaten dgn kabupaten lainya bahkan satu desa dengan desa lainya, contohnya di cirebon didesa mertasinga "apa dalam bhsa indonesia" itu "apo" sedabgkan di desa kroya "apa"

    intinya jngn menilai budaya jawa jika km tidak melihatnya dari dekat dan menjadikan orang lebih tinggi itu bukan dari etnis atau suku tapi bagaimana km bikin diri km menjadi berguna di mulai dari orang2 skitar km saja.

    BalasPadam
  12. saya akan berkomentar bukan untuk menyamakan etnis jawa dan melayu, tapi ketika ada yg membandingkan bahasa.. saya jadi tertarik, dan ternyata ada kemiripan. bhsa jawa di pulau jawa sangat beragam dari satu kabupaten dengan kabupaten lainya
    bhsa indonesia (sebentar)
    bhsa melayu (sekejap)
    bhsa sunda (sekedap)
    bhsa jawa timur (sek)
    bhsa jawa cirebon, jawa barat (sekedap) tapi di cirebon "sekedap" itu jarang di gunakan masyarakat luas, dlm khidupan sehari hari, "sekedap" itu di gunakan dalam kesopanan yg lebih tinggi misalnya berbicara dengan keluarga keraton (keluarga raja), atau dengan pejabat, sedangkan masyarakat biasa menggunakan "sedelat" kemudian
    bhsa indonesia (tidak indah)
    bhsa melayu (tak elok)
    bhsa sumatra (ndak elok)
    bhsa jakarta (nggak elok)
    bhsa jawa cirebon (ala'/ala)
    bhsa jawa timur (elek)elek dlm bhsa indonesia berarti jelek, di sini saya melihat bhsa jawa timur lebih efektif krna menggunakan huruf yg lebih sedikit.

    tapi lagi2 di cirebon sudah jarang bahkan tidak ada lagi yg menggunakan (ala'/alak) untuk mengungkapkan sesuatu yg tdk indah sudah di gantikan dgn "blesak/bli esak / ora esak" jadi kesimpulannya mungkin bhsa jawa dan melayu dulunya ada kemiripan tapi skarang sudah tidak lagi krna dari masa kemasa masyarakat jawa menciptakan kosa kata baru, nah di sini saya melihat kreatifitas masyarakat jawa.. makanya tak heran meski sama2 jawa tapi sedikit berbeda dari bhsa dan kebudayaannya antara satu kabupaten dgn kabupaten lainya bahkan satu desa dengan desa lainya, contohnya di cirebon didesa mertasinga "apa dalam bhsa indonesia" itu "apo" sedabgkan di desa kroya "apa"

    intinya jngn menilai budaya jawa jika km tidak melihatnya dari dekat dan menjadikan orang lebih tinggi itu bukan dari etnis atau suku tapi bagaimana km bikin diri km menjadi berguna di mulai dari orang2 skitar km saja.

    BalasPadam
  13. indonesia sebentar
    melayu sekejap
    sunda sekedap
    jawa cirebon sekedap (bahasa kromo)

    BalasPadam
  14. Hhhhh....sdh kita semua bersodara...indonesia raya

    BalasPadam
  15. Hhhhh...sdh etam segalanye bedengsanak/saudara...indonesia raya...

    BalasPadam
  16. Limo untuk lima, enem untuk enam, papat untuk empat, sakpuluh untuk sepuluh, saklas untuk sebelas, aku untuk saya, opo untuk apa, podo untuk pada sama, semua itu bahasa jawa yang hampir sama bunyi dengan bahasa melayu. Kenapa yang ini tidak dicontohkan? Hujah artikel ini tidak kuat.

    BalasPadam
  17. Limo untuk lima, enem untuk enam, papat untuk empat, sakpuluh untuk sepuluh, saklas untuk sebelas, aku untuk saya, opo untuk apa, podo untuk pada sama, semua itu bahasa jawa yang hampir sama bunyi dengan bahasa melayu. Kenapa yang ini tidak dicontohkan? Hujah artikel ini tidak kuat.

    BalasPadam