Translate

22 Julai, 2009

Agenda dibalik Aksi Pemboman


Mengapa ya, mesti ada teroris? Siapa ya teroris tersebut? Nordin M. Top? Taliban? Al-Qaeda? Sekarang banyak orang yang mencoba menjawab siapa sebenarnya teroris, pelaku pemboman JW. Marriot 17 Juli baru lalu. Mungkin serius ingin mengungkap ataukah ingin cari muka, untung-untungan, kalau tebakannya tepat jadi terkenal. Atau orang-orang yang dibayar untuk membentuk opini public supaya mengarah pada setting tertentu. Seperti Sely Jone pengamat dari Amerika Serikat ini langsung berkomentar beberapa jam setelah bom JW Marriot meledak. Namanya dan petikan kata-katanya langsung jadi teks berita berjalan di layar MetroTV

Seorang saksi mata yang berada ditempat kejadian, ikut membantu dalam evakuasi korban bom bunuh diri tersebut berkomentar:
” Saya sangat kesal dengan tempat ini karena over protect. Tetapi yang saya herankan malah tempat ini pula yang kejadian..” [Alex Asmasoebrata]

Adanya agenda besar dibalik kejadian bom JW Marriot ini sangat dirasakan. Bagaimana tidak, masak Hotel JW Marriot yang over protect tersebut dengan keamanan yang begitu ketat dapat terjadi pemboman dua kali. Ini sudah yang kedua sejak pemboman JW Marriot tahun 2003 yang lalu. Adanya bantuan orang dalam disangka sangat mungkin. Nah kalau mungkin, mungkinkah orang dalam tempat menginapnya banyak orang asing dan pemiliknya adalah orang Amerika serikat tersebut dapat disusupi orang yang diluar kesetiaannya Hotel? Yang paling mungkin adalah bom ini adalah pesanan Amerika Serikat, untuk dengan sengaja menghancurkan property milik sendiri dan tentunya konsekwensi kehancuran gedung hotel sudah diperhitungkan dan akan segera terbayar dengan kebijaksanaan pemerintah Indonesia dan segala elemen dan komponen untuk membantu terwujudnya agenda besar yang ada dibalik pemboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton tersebut.

Ada Teori untuk memilih sasaran serangan adalah: soft target, high impact. Tentunya pemilihan hotel JW Marriot dan Ritz Carlton sudah merupakan pilihan yang tepat, untuk keperluan great agenda behind the bomb. Agenda tersebut mungkin memaksa pemerintah baru sekarang SBY-Boediono, untuk meringkus kelompok Islam garis keras yang ada di Indonesia seperti Jama’ah Mujahidin bentukan pesantren Ngruki Solo. Atau jama’ah-jama’ah lain yang seperti FPI, Forum Ummat Islam dan sebagainya, yang diperkirakan akan menghalangi program dan kepentingan Amerika Serikat di Indonesia.

Ada agenda besar, ya jelas. Paling tidak langkah kebijaksanaan Indonesia kedepan diharapkan masih membebek pada Amerika Serikat, yaitu demokrasi dan anti terorisme, bukan sebaliknya yaitu bertentangan dengan Amerika, mengingat banyaknya muncul suara-suara anti amerika dan Liberalisasi Ekonomi [Neo Liberalisme] akhir-akhir ini ketika sebelum pemilu pilpres lalu.
Begitu pentingkah Indonesia dimata Amerika Serikat? Sehingga perlu direncanakan bom untuk meloloskan agenda besarnya terhadap Indonesia? Atas kepentingan apa yang menjadi daya tarik begitu kuat terhadap Indonesia, sehingga sebegitu bernafsunya Amerika Serikat untuk mencengkramkan kuku dan taringnya ke Indonesia?
Jawabanya adalah perang global, yang terjadi di dunia setelah paska perang dingin usai adalah perang terhadap terorisme yang tidak jelas wujudnya. Tuduhan-tuduhan Amerika Serikat terhadap musuh-musuhnya hampir tidak terbukti. Contohnya penyerangan Amerika Serikat dengan Irak. Sehingga pada ujung-ujungnya munghukum gantung Saddam Husein dengan tuduhan yang tidak beralasan yaitu menyimpan senjata Nuklir, Kimia dan Biologi yang sampai kini tidak terbukti,

Ego dan Arogansi yang ditunjukkan Amerika Serikat kepada dunia ternyata dapat saja salah, tebukti kasus Irak.

Begitu pula yang mungkin dilakukannya terhadap Indonesia. Perang global yang dicanangkan Amerika Serikat melawan musuh-musuh yang di buatnya, adalah perang melawan Terorisme, yang sebenarnya di tuduhkan kepada Islam. Tidak ada terorisme yang menurut versi Amerika Serikat yang tidak berasal atau berada di negara yang bukan Islam. Indonesia negara yang berpenduduk Islam walaupun sistem pemerintahannya bukan Islam. Bahkan Indonesia adalah prosentase dan jumlah penduduk terbesar ummat Islamnya. Oleh sebab itu Amerika Serikat sengaja membuat terror bom di Indonesia untuk menjaga agar potensi ummat Islam yang ada di Indonesia tidak menghalangi agenda Amerika Serikat di Indonesia maupun di Asia Tenggara.

Tapi bukankah Teroris yang melakukan terror bom di Indonesia sebagian sudah tertangkap dan pelakunya orang Indonesia sendiri dan tidak ada kait-mengaitnya dengan Amerika Serikat? Siapa bilang Nurdin M. Top, Ali Imron, Imam Samudra tidak ada kait-mengaitnya dengan Amerika Serikat? DR. Azahari, pernah tinggal cukup lama di Amerika Serikat. Nurdin M. Top adalah CSnya Azahari yang kental. Begitu pula pengikut-pengikutnya yang lain seperti Imam Samudra, Ali Imron dan lain-lain, ada pengikut DR. Azahari yang siap mati demi Azahari. Bahkan isu DR. Azahari ada hubungan dengan Abu Bakar Ba’asyir pemimpin pondok pesantren al Mu’minin Ngruki Solo, masih tidak terbukti hingga sekarang.



Tiada ulasan:

Catat Ulasan